Jalan lengang penuh kenangan, Tuan
Kuhamparkan tikar sederhana
dari rerumputan kering dan tanah merengkah
lenyap ditelan warna coklat, kudendang seribu sesal
sungkan terlalu banyak kata
air mata tak turun tanpa menagih
terjerembablah pilu sebab aku hanya perdu
jalan lengang penuh kenangan, Tuan
tak terasa hujan mulai turun
basahi tikar rerumput dan tanah rengkah
apa ada asa?
apa ada harap?
di jalan tetap lengang
seribu nuansa hanya jadi cerita
mahoni tua, tinggalkan serpih dedaun
Jalan lengang penuh kenangan, Tuan
lengkapi kisah kita
tanpa angin bertiup
dan ranggas cemara
kita tinggalkan semua
setelah jalan lengang
Padang, 6 Januari 2011
Senin, 07 Maret 2011
Kemarau Basah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar